Ekonomi
Rabu, 26 Juni 2013 - 12:14:02 | shinta / sorotjogja

Pembuat Roti Lebaran Kebingungan Tentukan Harga
Pembuat Roti Lebaran Kebingungan Tentukan HargaPembuat Roti Lebaran Kebingungan Tentukan HargaSorot Jogja

Jogjakarta, (sorotjogja.com)--Pembuat roti lebaran kebingungan menentukan harga jual. Hal ini dipicu tingginya harga telur ayam. Salah satu pembuat kue kering lebaran, Arini mengaku hingga saat ini belum menyiapkan kue kering untuk lebaran.

"Biasanya satu bulan sebelum lebaran bahan-bahan sudah saya siapkan. Ramadhan langsung buat. Sekarang saya masih mencari-cari bahan yang murah," katanya saat ditemui di rumahnya. Hal yang sama diakui Mulyani,pembuat roti kering khusus Lebaran. Biasanya hari raya Idul Fitri dirinya optimis mampu mendapatkan untung berlipat, namun tahun ini, dipastikan keuntungan tidak akan sebesar tahun lalu. "Telur dan tepung sekarang sudah naik, kalau menaikkan harga maksimal hanya Rp 5.000,- per toples kecil," katanya.

Dirinya menceritakan, setiap tahun bisnis kue lebaran yang dilakoni sejak 4 tahun terakhir ini, selalu menemui hambatan." Tahun lalu stok gula tiba-tiba hilang di pasaran, harga menjadi naik. Tahun ini masalah telur. Tahun depan apalagi saya enggak tahu." Staf Pengadaan dan Penyaluran Barang Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindagkop DIY, Sugiyono menjelaskan, harga telur saat ini diprediksikan akan terus melonjak hingga Idul Fitri. Permintaan yang berlebihan menjelang Idul fitri, membuat harga telur sulit diturunkan.

"Sulit ya untuk telur, roti semuanya pakai telur, hajatan juga pakai. Namun sebenarnya harga di tingkat peternak tidak begitu tinggi sekitar Rp 17.700 per kilogram." Namun melonjaknya jumlah permintaan di manfaatkan pedagang mengeruk keuntungan berlebih. Harga telur di pasar tradisional mencapai Rp 19.000, sementara di pengecer menyentuh harha Rp 20.000,- per kilogram.

Berita Terkait :


HOT NEWS
bernas_jogja.jpgeltira.jpgsonora.jpg